
Artis sekaligus instruktur diving Kirana Larasati angkat bicara setelah namanya disebut-sebut dalam laporan dugaan penipuan investasi emas dan perak yang menyeret perusahaan PT Divine Gold Jewelry ke Bareskrim Polri.
Kirana menyatakan siap mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Ia memilih tidak berspekulasi dan hanya akan memberikan keterangan yang bisa ia pertanggungjawabkan. “Saya ingin menegaskan, bahwa saya siap untuk bersikap kooperatif dan memberikan informasi yang saya miliki apabila dibutuhkan oleh pihak yang berwenang,” ujar Kirana dalam sebuah video yang ia unggah di Instagram pribadinya pada Jumat (9/10/2026).
Nama Kirana masuk dalam pusaran kasus ini diduga karena keterlibatannya dalam promosi atau endorsement produk perusahaan tersebut di media sosial. Kuasa hukum para korban, Bionda Johan Anggara, menyebut kehadiran figur publik menjadi alasan utama banyak orang tergiur menaruh dana mereka. “Tetapi yang paling utama sebenarnya, setelah kami kroscek, mengapa para korban ini semua tertarik, karena adanya publik figur. Itu adanya influencer, di mana kami sebutkan inisialnya adalah JC (Jennifer Coppen), terus KL (Kirana Larasati), terus satu lagi adanya NN (Nopek Novian),” kata Bionda di Mabes Polri.
Hingga saat ini, tercatat 85 korban telah melapor dengan total kerugian yang diklaim mencapai Rp 25 miliar. PT Divine Gold Jewelry diduga menawarkan jual-beli emas lewat sistem pre-order atau pemesanan di muka, dengan janji bonus besar dan harga buyback — yaitu pembelian kembali emas oleh perusahaan — yang menggiurkan, namun pesanan maupun pencairan dana tak pernah terwujud.
Meski nama sejumlah artis sudah disebut, kuasa hukum korban menegaskan asas praduga tidak bersalah tetap berlaku. Pemanggilan dan klarifikasi disebut perlu dilakukan untuk memperjelas posisi hukum para figur publik yang namanya muncul dalam kasus ini.
Sumber: Detik.com




