Jakarta Masuk Empat Besar Kota dengan Udara Terkotor di Dunia

Jakarta Masuk Empat Besar Kota dengan Udara Terkotor di Dunia

Warga Jakarta sebaiknya dua kali pikir sebelum beraktivitas di luar rumah pada Jumat pagi ini. Berdasarkan data platform pemantau kualitas udara IQAir, Jakarta tercatat sebagai kota dengan udara terburuk keempat di seluruh dunia.

Angka Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta pukul 05.55 WIB menyentuh 169, dengan konsentrasi polutan PM2,5 — partikel kecil berbahaya yang bisa masuk ke paru-paru — mencapai 87 mikrogram per meter kubik. Angka ini masuk kategori ‘tidak sehat’, artinya udara berisiko bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, penderita asma, hingga hewan peliharaan.

Di atas Jakarta, tiga kota dengan udara lebih buruk adalah Lahore di Pakistan (AQI 208), Manama di Bahrain (AQI 181), dan Kolkata di India (AQI 178). Sementara Delhi, India, berada tepat di bawah Jakarta di urutan kelima dengan AQI 159.

IQAir menyarankan warga Jakarta untuk menghindari kegiatan di luar ruangan selama kondisi ini berlangsung. Bila terpaksa keluar, gunakan masker, dan tutup jendela rumah agar udara kotor dari luar tidak masuk.

Merespons kondisi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah bersiap menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung dari awal Mei hingga Agustus, di mana kualitas udara biasanya memburuk. Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari peningkatan sistem pemantau udara hingga perketatanuji emisi kendaraan bermotor.

Pemprov DKI juga sedang mengevaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) dari berbagai sisi, termasuk tren polutan, sumber emisi per sektor, dan dampaknya pada kesehatan warga. Pemerintah menegaskan bahwa masalah polusi udara tidak bisa diselesaikan satu daerah saja, melainkan butuh kerja sama lintas wilayah di sekitar Jakarta. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kualitas udara adalah urusan bersama yang tidak bisa diabaikan.

Sumber: Antara News

Scroll to Top