Hudoq Bukan Sekadar Tari-tarian, Ini Peran Sebenarnya bagi Masyarakat Mahulu

Hudoq Bukan Sekadar Tari-tarian, Ini Peran Sebenarnya bagi Masyarakat Mahulu

Tradisi Hudoq yang hidup di kalangan masyarakat Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, memiliki makna jauh lebih dalam daripada sekadar pertunjukan tari. Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Provinsi Kalimantan Timur Titit Lestari menjelaskan bahwa warisan budaya ini menjadi bagian integral dari siklus kehidupan sehari-hari warga setempat.

Pemerintah sudah mengakui pentingnya tradisi ini sejak lama. “Terlebih Hudoq telah resmi ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda Indonesia sejak tahun 2013 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat itu,” ujar Lestari.

Pernyataan itu disampaikan Lestari saat menghadiri Festival Hudoq Pekayang di Kampung Long Pahangai II, Kecamatan Long Pahangai, yang berlangsung selama tiga hari pada 20-22 Oktober lalu. Acara tahunan ini menjadi momentum penting bagi komunitas untuk merayakan identitas budaya mereka.

Menurut Lestari, alasan utama Hudoq perlu dilestarikan adalah kaitannya dengan jaminan ketersediaan pangan masyarakat. Tradisi ini terikat erat dengan pengetahuan tentang tumbuhan hutan dan cara memanfaatkannya secara berkelanjutan untuk kebutuhan sehari-hari.

Koleksi makanan tradisional yang muncul dalam ritual Hudoq menunjukkan bagaimana masyarakat menggabungkan pengetahuan lokal dengan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan. Daun-daun spesifik dari hutan digunakan dalam prosesi, mencerminkan pemahaman mendalam tentang hubungan harmonis dengan alam.

Lestari menekankan bahwa tugas Balai Pelestarian Kebudayaan tidak hanya pada pendokumentasian, tetapi pada pemberdayaan komunitas untuk mewariskan tradisi ini kepada generasi berikutnya. “Kami berharap tradisi ini tidak hanya hadir saat festival, tetapi terus diwariskan. Mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun ini menjamin Hudoq tetap hidup di tengah masyarakat Long Pahangai khususnya, dan Mahulu umumnya,” katanya.

Praktik Hudoq adalah contoh nyata bagaimana warisan budaya dan pelestarian alam berjalan beriringan tanpa pertentangan. Dengan terus mendukung kegiatan seperti festival ini, harapannya adalah kedua-duanya dapat terjaga untuk masa depan yang lebih baik.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top