
Pemerintah Indonesia menunjuk Bali sebagai daerah pelopor dalam menerapkan pembangunan berkelanjutan melalui program bus listrik. Sebanyak 11 unit bus listrik merupakan hibah dari Pemerintah Republik Korea yang akan dioperasionalkan di provinsi tersebut.
Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, menjelaskan bahwa pemilihan Bali didasarkan pada konsistensi daerah dalam menjaga lingkungan dan menerapkan model pembangunan yang sejalan dengan target Sustainable Development Goals. Beliau menegaskan bahwa “Kerja sama ini bukan hanya kerja sama negara dengan negara atau perusahaan dengan perusahaan, tetapi kerja sama di antara kita semua yang diawali dari Provinsi Bali untuk misi keberlanjutan.”
Inisiatif bus listrik ini merupakan wujud kolaborasi dengan Global Green Growth Institute (GGGI) yang dapat dijadikan model untuk diterapkan secara bertahap di seluruh Indonesia. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari sampah plastik dan polusi udara.
Pemerintah juga mengangkat filosofi lokal Tri Hita Karana sebagai fondasi model pembangunan nasional yang berkelanjutan secara lahir dan batin. Menurut Pambudy, “Bali adalah model bagi pembangunan kita, Bali adalah model pembangunan yang sesuai dengan alam kita, Bali adalah model bagi pembangunan nasional kita, dan tentu saja, kita ingin Bali menjadi model tidak hanya pembangunan Indonesia, tapi juga pembangunan dunia.”
Operasional bus listrik tersebut diharapkan menjadi permulaan transformasi sektor transportasi Bali menuju energi bersih. Pemerintah pusat juga mendorong inovasi industri kendaraan listrik yang dikembangkan oleh talenta lokal Bali, dengan harapan dapat menciptakan merek kendaraan buatan Bali yang diproduksi dan digunakan secara luas.
Sinergi antara berbagai kementerian, pemerintah daerah, dan mitra internasional diharapkan dapat mempercepat pencapaian target penurunan emisi karbon nasional sekaligus memberikan kontribusi pada keberlanjutan lingkungan global.
Sumber: Antara News




