
Penyanyi Mayangsari menyoroti fenomena unik di industri hiburan Indonesia saat ini. Menurutnya, tidak jarang konten positif tidak mendapat perhatian besar dari publik, namun sebaliknya, ketika ada polemik atau haters, segala hal bisa langsung viral dan menarik perhatian.
Mayangsari baru-baru ini mengumumkan comebacknya di dunia musik dengan mengeluarkan lagu berjudul “Selama Kita Bersama” pada Rabu (14 Oktober 2026) di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, dia berbagi pandangan soal tantangan menjadi public figure di era digital.
Istri dari Bambang Trihatmodjo ini mengakui kehadiran haters adalah bagian yang tidak bisa dihindari. Namun, alih-alih merasa terganggu, Mayangsari justru melihatnya dari perspektif berbeda dan tidak lagi membiarkan hal tersebut mempengaruhi emosinya.
“Karena haters itu mereka sedang melakukan kebahagiaannya. Kan rebahan jadi haters, itu mereka sudah bekerja, sudah olahraga, bahagia. Jadi biarin aja,” ujar Mayangsari dengan nada santai sambil tertawa.
Lebih lanjut, penyanyi berusia 50-an tahun ini mengamati tren di industri hiburan di mana banyak public figure dengan sengaja membuat konten provokasi atau “gimik” untuk mendapatkan liputan media dan respons publik. Mayangsari justru menemukan ironisnya: meski tanpa merekayasa kontroversi, dia sudah memiliki banyak haters.
“Sekarang banyak orang bikin gimik biar ada haters-nya. Lah saya, gak usah pakai gimik-gimik juga haters sudah banyak. Kadang hal-hal yang baik itu sepi viewers-nya, tapi dengan haters apa pun bisa jadi naik,” jelasnya. Pengamatan Mayangsari ini mencerminkan realitas industri hiburan modern yang kompleks, di mana perhatian publik tidak selalu tertuju pada hal-hal konstruktif.
Sumber: Detik.com




