
Pemerintah Kabupaten Serang sedang berinvestasi pada generasi muda desa dengan mengajarkan mereka keterampilan barista. Program pelatihan ini melibatkan 16 pemuda dari berbagai desa wisata dan dirancang untuk memberdayakan ekonomi lokal melalui industri kopi.
Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) berlangsung intensif selama 8 hari, dari 15 hingga 23 Oktober 2026, dengan total 80 jam pembelajaran. Peserta mendapatkan materi lengkap mulai dari memahami jenis-jenis biji kopi, teknik mengolah dan menyajikan kopi, hingga praktik langsung di kedai kopi.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Serang, Muhammad Furqon, menjelaskan tujuan program ini. “Pelatihan hari ini memang dirancang tematik untuk desa wisata. Harapannya, para peserta bisa meningkatkan keahlian (up skill) sehingga mampu mengembangkan potensi wisata di desanya masing-masing,” katanya saat membuka acara di Cafe and Resto Cisait, Kecamatan Ciruas.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Abdul Basit, menyambut antusias inisiatif ini sebagai langkah strategis memberdayakan masyarakat dengan keterampilan yang bernilai ekonomi tinggi. Dia berharap lulusan pelatihan dapat membawa perubahan nyata bagi daya tarik wisata daerah mereka masing-masing.
Basit percaya bahwa penerapan ilmu barista di tingkat desa akan menjadi keunggulan kompetitif bagi Kabupaten Serang. “Harapannya masyarakat yang dilatih hari ini mampu mengaplikasikan ilmunya di daerah asal. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri agar Kabupaten Serang ke depan bisa dikenal sebagai daerah racikan kopi yang mendunia,” ujarnya. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menghubungkan pemberdayaan sumber daya manusia dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Sumber: Antara News




