
Penerbangan EK517 rute Dubai-Delhi mengalami nasib sial pada Sabtu (17/10/2026). Saat akan mendarat di Bandara Delhi, pesawat tiba-tiba menabrak kawanan burung dan mengalami kerusakan cukup parah hingga memerlukan perbaikan mendalam.
Akibat insiden tersebut, penerbangan pulang yang seharusnya lepas landas Sabtu pukul 16.25 waktu setempat harus ditunda hingga Minggu (18/10/2026) pukul 07.00. Total keterlambatan mencapai 14,5 jam, membuat ribuan penumpang harus mengubah rencana perjalanan mereka.
Maskapai Emirates memberikan kompensasi berupa akomodasi menginap gratis untuk para penumpang yang terpengaruh delay tersebut. Dalam pernyataannya, pihak maskapai menekankan komitmen mereka terhadap keselamatan: “Emirates meminta maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan. Keselamatan penumpang dan awak kabin kami adalah yang terpenting dan tidak akan dikompromikan.”
Tabrakan burung dengan pesawat, yang dikenal dengan istilah bird strike, ternyata bukan peristiwa langka dalam dunia penerbangan. Setiap tahun, badan penerbangan internasional menerima ribuan laporan serupa, dengan Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat mencatat lebih dari 15.000 insiden tabrakan dengan satwa liar per tahunnya, mayoritas melibatkan burung.
Bandara Delhi khususnya mengalami peningkatan frekuensi bird strike selama dua tahun terakhir. Para pejabat bandara mengidentifikasi pembuangan sampah yang tidak tertib dan penjualan daging di sekitar area bandara sebagai pemicu utama meningkatnya populasi burung di kawasan tersebut.
Meskipun bird strike termasuk insiden keselamatan yang paling sering terjadi dalam penerbangan, sejumlah besar di antaranya tidak menimbulkan kerusakan serius. Statistik menunjukkan hanya kurang dari satu dari lima insiden yang mengakibatkan damage pada pesawat, sementara kecelakaan fatal akibat bird strike sangat jarang terjadi.
Sumber: Detik Travel




