Kasus Kopilot Narkoba Bikin Malaysia Ketatkan Pengamanan KLIA

Kasus Kopilot Narkoba Bikin Malaysia Ketatkan Pengamanan KLIA

Penangkapan kopilot Malaysia Airlines di Jakarta karena membawa narkoba berbuntut panjang. Pemerintah Malaysia langsung bergerak memperketat sistem keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebanyak 17 rekomendasi disiapkan dan akan diterapkan dalam tiga tahap. Tahap pertama sudah berjalan sejak Agustus dan mencakup enam langkah jangka pendek, di antaranya pemeriksaan fisik penumpang dari ujung kepala hingga kaki serta pengecekan 100% bagasi khusus untuk penerbangan dari KLIA.

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Saifuddin Nasution Ismail, menjelaskan bahwa langkah ini bukan asal periksa semua orang. “Peningkatan pemeriksaan ini merupakan bagian dari pemeriksaan yang ditargetkan berdasarkan risiko untuk tujuan penerbangan berisiko tinggi, berdasarkan data dan kasus ketika insiden penyelundupan sering terjadi,” jelasnya.

Akses ke berbagai area bandara juga diperketat. Kartu akses yang sebelumnya berlaku lima tahun kini dipotong menjadi hanya dua tahun. Pengawasan kartu akses harian yang diterbitkan oleh pengelola bandara dan otoritas penerbangan sipil pun ikut diperketat.

Untuk memberi efek jera secara visual, Batalion ke-19 Pasukan Operasi Umum Brigade Tengah dikerahkan ke seluruh terminal. “Sejak hari kejadian hingga sekarang, mereka terus menjaga kehadiran yang terlihat di seluruh terminal kami, dengan persenjataan lengkap,” ungkap Saifuddin.

Selain pengamanan fisik, pertukaran informasi intelijen antara kepolisian dan lembaga terkait juga ditingkatkan untuk memetakan ancaman dan modus penyelundupan. Setelah tahap pertama tuntas, rekomendasi berikutnya akan segera menyusul, menjadikan KLIA salah satu bandara dengan protokol keamanan yang semakin serius.

Sumber: Detik Travel

Baca Juga

Scroll to Top