
Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kini memprioritaskan pemberian edukasi kesehatan reproduksi kepada remaja putri penyandang disabilitas. Langkah ini diambil karena kelompok ini sering kali tertinggal dalam mendapatkan informasi dasar tentang kesehatan, padahal mereka berhak sama seperti remaja lainnya.
Hardi Hermawan, Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Karawang, menekankan bahwa anak berkebutuhan khusus perlu mendapat perhatian khusus dalam hal ini. “Kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta seperti Unicharm sangat penting untuk menjangkau kelompok rentan ini agar tidak ada satu pun remaja putri yang tertinggal dalam menerima informasi kesehatan dasar,” ujarnya.
Wujud nyata dari komitmen tersebut adalah program edukasi yang dilaksanakan di SLB B Tunas Harapan pada Agustus lalu. Kegiatan bertajuk “Love Your Possibilities: We Can!” melibatkan puluhan siswi tunarungu dan dirancang dengan pendekatan interaktif yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, termasuk penggunaan visual, gambar, dan penerjemah bahasa isyarat.
Materi yang diberikan mencakup cara menjaga kebersihan selama menstruasi, tips memilih pembalut yang tepat, hingga membedakan mitos dan fakta tentang menstruasi. Metode penyampaian ini memastikan peserta benar-benar memahami informasi yang disampaikan.
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa lebih dari 75 persen anak penyandang disabilitas masih belum mendapat akses pendidikan yang memadai. Kondisi ini menjadi alasan mengapa upaya Karawang ini penting dan perlu ditingkatkan ke berbagai daerah lain agar kesenjangan informasi kesehatan bagi anak disabilitas bisa berkurang.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Siswa Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur Rayakan Sumpah Pemuda dengan Upacara Bendera

Kemenhaj Buka Daftar Jemaah Haji 1448 H/2027 M, Begini Cara Ceknya

Warga China Diamankan Imigrasi Usai Buat Keributan di Tabanan Bali

