
Perusahaan penerbangan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersatu untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada dunia melalui Festival Gandrung Sewu 2026. Kolaborasi ini ditandai dengan konferensi pers yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pada hari Rabu pekan lalu.
Direktur SDM & Digital InJourney, Herdy Harman, menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya sekadar mensponsori acara ini. “Kita juga ada kolaborasi untuk nanti program peluncuran peduli budayanya InJourney untuk mengangkat seniman-seniman tradisional,” ujarnya. InJourney akan memberikan pelatihan hospitality dan membantu para pengusaha skala kecil dan menengah memanfaatkan momentum festival untuk mengembangkan bisnis mereka.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menekankan bahwa pariwisata daerahnya tidak hanya bergantung pada keindahan alam. Budaya tradisional, khususnya tari Gandrung, menjadi aset berharga yang belum dimaksimalkan. Dia berharap festival ini mampu membawa nama Banyuwangi hingga ke panggung internasional dan menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal.
Festival Gandrung Sewu 2026 akan berlangsung pada 22-24 Oktober 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur. Puncak acara berupa tari kolosal akan dilangsungkan pada malam Sabtu (24 Oktober) di Pantai Marina Boom dengan konsep unik “glow in the dark” yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Ratusan penari dari berbagai wilayah Indonesia akan memeriahkan pertunjukan malam tersebut, menciptakan visual yang memukau dengan efek cahaya yang meriah.
Ipuk mengharapkan festival ini tidak hanya menghadirkan wisatawan untuk menonton pertunjukan semata. “Bagaimana pelaku UMKM kami fasilitasi, lalu juga ekonomi-ekonomi kerakyatan tumbuh, sektor jasa juga terdampak dalam kegiatan Gandrung Sewu ini,” katanya, menunjukkan komitmen untuk membuat festival berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Sumber: Antara News




