
Desainer grafis Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang belum sepenuhnya dimaksimalkan di panggung internasional. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya melihat potensi besar tersembunyi dalam keanekaragaman budaya nusantara yang bisa menjadi senjata utama para desainer untuk menembus pasar dunia.
Riefky menjelaskan bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki karakteristik budaya yang unik dan berbeda-beda. Keunikan ini tidak hanya memberi identitas kuat pada karya desain, tetapi juga menjadi pembeda yang signifikan ketika bersaing dengan desainer dari negara lain. “Desainer grafis Indonesia ini mempunyai potensi yang luar biasa, apalagi dengan kekayaan budaya kita di berbagai daerah. Itu punya karakteristik yang berbeda-beda. Mereka tidak hanya menjadi tuan rumah di daerahnya, tuan rumah di negerinya, tetapi juga bisa difasilitasi hasil karyanya untuk mendunia,” ujar Riefky.
Untuk mewujudkan potensi ini, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menekankan perlunya kerjasama erat antara pemerintah, asosiasi profesi, komunitas, institusi pendidikan, industri, dan pelaku bisnis kreatif. Sinergi ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerjasama internasional dan meningkatkan daya saing karya-karya desainer lokal.
Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) dinilai memainkan peran strategis dalam mengembangkan ekosistem desain grafis nasional. Riefky mengapresiasi bagaimana ADGI berusaha memberikan manfaat nyata bagi anggotanya yang tersebar di berbagai wilayah, bukan hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.
Ketua Umum ADGI Ritchie Ned Hansel memandang desain grafis sebagai pintu masuk potensial untuk mengembangkan ekonomi kreatif melalui kolaborasi lintas bidang ilmu. Pesan ini menjadi fokus utama dalam ADGI Design Week 2026, acara tahunan yang akan diselenggarakan pada 14-18 Oktober 2026 di Astha 8 SCBD, Jakarta.
Acara tersebut akan menampilkan pameran, penghargaan, dan diskusi untuk merayakan prestasi desainer grafis Indonesia sekaligus memperkuat peranan desain dalam berbagai sektor, termasuk diplomasi. “Kita mau membawa pesan bahwa desain grafis itu bisa jadi gateway ekonomi kreatif. Jadi, kita membuka gerbang multidisiplin di dunia desain. Harapannya, dengan memperlihatkan potensi yang dimiliki Indonesia, kita bisa bersaing lebih percaya diri di level internasional,” kata Ritchie.
Tema ADGI Design Week 2026 adalah “OFF GRID”, yang mengundang para desainer untuk berpikir di luar kebiasaan dan menciptakan pendekatan baru dalam berkarya. Dengan strategi ini, desain grafis tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi visual, melainkan juga menjadi medium untuk memperkenalkan identitas kreatif Indonesia ke dunia dan membuka akses bagi industri kreatif lokal ke pasar global.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Vino G Bastian Temukan Makna Spiritual Bermain Buya Hamka, Terhubung dengan Kenangan Ibunda

Dokumenter Pendiri Sinematek Misbach Yusa Biran Ditampilkan di Festival Film Tokyo

Egy Maulana Vikri: Kepercayaan Diri dan Kerja Keras Kunci Kontribusi di FIFA ASEAN Cup

