
Perjalanan hidup Misbach Yusa Biran, tokoh yang mendirikan Sinematek Indonesia, kini menjadi sorotan di panggung internasional. Dokumenter berjudul “Behind the Flickering Light: The Archive” (Di Balik Cahaya Gemerlapan: Sang Arsip) memperkenalkan kisah inspiratif pendiri lembaga pelestarian film itu kepada audiens Tokyo International Film Festival 2026.
Penayangan dokumenter tersebut berlangsung pada Rabu, 28 Oktober lalu sebagai bagian dari program CROSSCUT ASIA+, sebuah inisiatif festival untuk menampilkan karya sinematik dari berbagai negara Asia. Melalui film ini, cerita tentang dedikasi Misbach dalam melestarikan warisan sinematik Indonesia dihadirkan kepada peonton internasional.
Sutradara dokumenter Fuad Fauji dan Mohammad Fachrizal, staf Sinematek Indonesia, hadir untuk berbagi pengetahuan lebih mendalam tentang sosok Misbach dan perkembangan institusi yang dia dirikan. Mereka membahas bagaimana Sinematek tetap relevan dan berjuang menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang.
Kehadiran dokumenter ini menunjukkan bagaimana kontribusi tokoh lokal dalam dunia perfilman mendapat pengakuan di tingkat festival film terkemuka Asia. Peran Sinematek sebagai pusat pelestarian film dan arsip sinematik nasional terus menjadi topik penting dalam percakapan industri film modern.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Vino G Bastian Temukan Makna Spiritual Bermain Buya Hamka, Terhubung dengan Kenangan Ibunda

Egy Maulana Vikri: Kepercayaan Diri dan Kerja Keras Kunci Kontribusi di FIFA ASEAN Cup

Raisa dan Mathis Molinie Saling Balas Pesan Misterius di Media Sosial

