
Tiga pilar budaya khas Cianjur—Ngaos, Mamaos, dan Maenpo—terancam dilupakan generasi muda di tengah gempuran budaya asing yang kian mudah diakses lewat internet. Sekretariat Jenderal MPR RI pun turun tangan dengan mendorong pengenalan kembali filosofi tersebut agar tidak sekadar jadi catatan sejarah.
Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal MPR RI, Budi Muliawan, hadir langsung dalam Pagelaran Rakyat Gelar Budaya Ngaos, Mamaos, Maenpo di Cianjur, Jawa Barat, pada Minggu (4/10). Ia menegaskan bahwa ketiga nilai ini bukan semata kesenian biasa, melainkan cerminan cara hidup masyarakat Cianjur secara keseluruhan.
Budi menjelaskan, Ngaos merujuk pada kehidupan spiritual dan kegiatan mengaji, Mamaos berkaitan dengan seni dan keindahan, sementara Maenpo adalah semangat ketangguhan yang diekspresikan lewat pencak silat. Ketiganya dianggap merepresentasikan manusia ideal—yang seimbang dalam hubungannya dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan sekitar.
“Ngaos, Mamaos, Maenpo ternyata merupakan tiga pilar kehidupan masyarakat Kabupaten Cianjur, filosofi kehidupan masyarakat Cianjur,” ujar Budi. Ia juga mengingatkan agar warisan lokal ini tidak kalah pamor di mata anak muda. “Jangan sampai generasi muda kita lebih mengenal budaya asing dan melupakan identitas sendiri,” tambahnya.
Acara ini digagas oleh Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, dengan tema ‘Dengan Empat Pilar MPR Kita Lestarikan Budaya Perkuat Persatuan’. Hadir pula pengurus DPC PKB Cianjur dan sejumlah anggota DPRD setempat bersama warga. Lewat kegiatan seperti ini, harapannya budaya Cianjur bisa terus hidup dan diwariskan, bukan hanya tersimpan dalam ingatan orang tua.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Siswa Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur Rayakan Sumpah Pemuda dengan Upacara Bendera

Kemenhaj Buka Daftar Jemaah Haji 1448 H/2027 M, Begini Cara Ceknya

Warga China Diamankan Imigrasi Usai Buat Keributan di Tabanan Bali

