
Kabupaten Kerinci di Provinsi Jambi punya potensi besar dari tanaman nilam — sejenis tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak dipakai industri parfum dan kosmetik. Pemerintah daerah setempat kini serius menggarap komoditas ini agar bisa menjadi tulang punggung ekonomi warga.
Bupati Kerinci Monadi langsung turun ke lapangan meninjau tiga desa sentra nilam, yakni Desa Tambak Tinggi, Desa Sekungkung, dan Desa Belui Tinggi. Di sana ia melihat langsung proses budidaya hingga penyulingan minyak nilam yang dikerjakan kelompok tani setempat.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah daerah adalah membawa calon pembeli (buyer) untuk menyaksikan sendiri seluruh tahapan produksi — mulai dari perawatan tanaman, proses penyulingan, pengecekan standar kualitas, hingga potensi kerja sama pemasaran. Tujuannya agar petani punya akses langsung ke pasar, bukan sekadar menunggu tengkulak.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memfasilitasi dan mempertemukan langsung potensi produksi petani dengan kebutuhan industri serta pasar,” kata Monadi.
Minyak nilam dari Kerinci diyakini punya kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional maupun ekspor. Pemerintah daerah juga mendorong perluasan akses pasar agar petani mendapat kepastian harga dan jaringan distribusi yang lebih luas. “Minyak nilam kita punya karakteristik, kita terus dorong pasarnya guna menjadikan nilam sebagai pilar ekonomi baru warga Kerinci,” tambah Monadi.
Dengan strategi menghubungkan petani langsung ke pembeli dan membuka peluang investasi berkelanjutan, nilam Kerinci tampaknya bukan sekadar tanaman biasa — melainkan harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Sumber: Antara News




