Ketegangan AS-Iran Bikin Rupiah Tertekan, Ini Penjelasannya

Ketegangan AS-Iran Bikin Rupiah Tertekan, Ini Penjelasannya

Nilai tukar rupiah tengah mendapat tekanan dari luar negeri. Salah satu pemicunya adalah memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas belakangan ini.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa ada laporan soal rencana serangan militer yang menjadi salah satu faktor penggerak rupiah. “Muncul laporan bahwa Gedung Putih telah meminta opsi serangan militer terhadap Iran menjelang pemilu sela AS,” ungkapnya di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, Presiden AS Donald Trump dan tim keamanan nasionalnya disebut telah membahas berbagai opsi operasi militer berskala besar terhadap Iran. Pembahasannya bahkan dikaitkan dengan momen sebelum pemilu sela AS yang dijadwalkan pada 3 November 2026, meski belum ada keputusan resmi yang diambil.

Selain isu geopolitik itu, ada faktor lain yang turut menekan rupiah, yakni ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat atau The Fed akan mempertahankan suku bunga di level tinggi lebih lama dari perkiraan. “Kembali meningkatnya harga minyak juga menambah tekanan inflasi, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih dapat melakukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut,” ujar Josua.

Risalah rapat komite kebijakan moneter The Fed untuk bulan September 2026 menunjukkan bahwa mayoritas anggota lembaga itu masih membuka peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Gubernur The Fed, Waller, bahkan menyebut kenaikan tambahan mungkin diperlukan demi menekan inflasi kembali ke target.

Josua menambahkan, pasar saat ini memperhitungkan kemungkinan besar The Fed menahan suku bunga di Oktober 2026, sementara peluang kenaikan 25 basis poin — setara 0,25 persen — pada Desember 2026 diperkirakan mencapai sekitar 69 persen. Kombinasi ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter AS yang ketat ini menjadi tantangan nyata bagi stabilitas rupiah dalam waktu dekat.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top