
Liburan tidak harus sekadar bermalas-malasan di kamar hotel. Novotel Ubud Resort menghadirkan cara berbeda untuk menikmati waktu istirahat dengan program Longevity Everyday, yang mengajak tamu menerapkan gaya hidup lebih sehat selama menginap.
Program ini dibangun atas empat pilar utama: Eat (makan sehat), Sleep (tidur berkualitas), Move (bergerak aktif), dan Meet (berinteraksi sosial). Konsep sederhana ini dirancang agar tamu bisa mulai membangun kebiasaan positif tanpa perlu melakukan perubahan drastis dalam hidup mereka.
Salah satu bagian paling menarik adalah sesi tidur, di mana peserta mendapat bimbingan langsung dari Vishal Dasani, seorang sleep coach. Peserta diajak berdiskusi tentang kualitas tidur dan teknik-teknik praktis untuk meningkatkannya, termasuk menyeduh teh relaksasi dan melakukan latihan pernapasan sebelum tidur.
Novotel sendiri serius dengan komitmen ini. Perusahaan berencana menghadirkan kasur premium ramah lingkungan di semua hotelnya pada 2030, dengan spesifikasi ketebalan 29 cm dan sertifikasi internasional untuk kenyamanan maksimal.
Pada pagi hari, peserta mengikuti aktivitas rice field walk—berjalan santai melintasi sawah Ubud. Aktivitas ini memenuhi pilar Move sambil memberikan pengalaman autentik menikmati alam sekitar.
Untuk pilar Eat, Novotel menargetkan 25% dari menu hotelnya menjadi hidangan plant-forward (berbasis tumbuhan) pada akhir 2026. Sementara pilar Meet menekankan pentingnya hubungan sosial dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Semua konsep ini kemudian disatukan dalam The Novotel 37 Collective. Angka 37 berasal dari perhitungan matematis: jika seseorang meningkat 1% lebih baik setiap hari, dalam 365 hari hasilnya adalah peningkatan 37 kali lipat.
Jean-Yves Minet, Global Brand President Novotel, menjelaskan filosofi ini dengan berkata: “Di Novotel, kami percaya bahwa umur panjang bukanlah tentang transformasi radikal, melainkan tentang tindakan-tindakan kecil bertahap yang konsisten dan memberikan dampak besar seiring berjalannya waktu.” Pendekatan ini mencerminkan bagaimana industri perhotelan semakin merespons tren wellness economy yang diproyeksikan mencapai USD 4,6 triliun pada akhir dekade ini.
Sumber: Detik Travel




