Stok Pupuk Bersubsidi 350 Ribu Ton Disiapkan untuk Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua

Stok Pupuk Bersubsidi 350 Ribu Ton Disiapkan untuk Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua

Menjelang musim tanam akhir tahun, PT Pupuk Indonesia memastikan pasokan pupuk bersubsidi di kawasan Indonesia Timur dalam kondisi aman. Sebanyak 350 ribu ton stok telah disiapkan khusus untuk wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Regional CEO PT Pupuk Indonesia Wilayah IV, Wisnu Ramadhani, menyebut stok yang ada saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan petani hingga beberapa bulan ke depan. “Khusus di wilayah Indonesia Timur, stok yang ada saat ini mampu bertahan hingga 2,5 bulan ke depan, termasuk untuk pasokan di Sulawesi Tenggara,” katanya.

Penumpukan stok ini bukan tanpa alasan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan tinggi mulai aktif pada Desember, yang biasanya menjadi tanda petani mulai bercocok tanam secara masif. PT Pupuk Indonesia memanfaatkan masa kemarau ini untuk memperkuat cadangan sebelum permintaan melonjak.

Agar pupuk mudah dijangkau petani, stok di setiap kios pengecer resmi atau yang disebut PPTS (Penyalur Pupuk Terdaftar di Kios) juga ditingkatkan. “Jika biasanya kios pengecer hanya menyetok 5 hingga 10 ton, saat ini stok di masing-masing PPTS dinaikkan hingga mencapai 20 ton di seluruh Indonesia,” ungkap Wisnu.

Kabar baiknya, pemerintah juga memberikan diskon 20 persen untuk semua jenis pupuk bersubsidi. Harga pupuk Urea turun dari Rp112.000 menjadi Rp90.000 per sak 50 kilogram, sementara NPK Phonska turun dari Rp115.000 menjadi Rp92.000 per sak.

Untuk bisa menebus pupuk bersubsidi, petani cukup terdaftar dalam sistem e-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), lalu datang ke kios dan membayar sesuai harga resmi. Wisnu juga memastikan setiap kios dilengkapi informasi harga dan nomor pengaduan, sehingga petani bisa melapor jika ada penjualan yang melebihi harga yang ditetapkan. Langkah ini diharapkan membuat distribusi pupuk berjalan adil dan transparan hingga ke tingkat petani paling bawah.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top