
Banjir besar di Thailand menciptakan kekacauan dalam penanganan bagasi penumpang maskapai Thai Airways. Merespons situasi itu, maskapai berkomitmen menanggung seluruh biaya pengiriman koper yang terlambat melalui maskapai lain, tanpa perlu penumpang mengajukan keluhan formal.
Direktur Thai Airways, Lavaron Sangsnit, menjelaskan strategi kompensasi mereka. Dia menyatakan, “maskapai akan menanggung biaya pengiriman bagasi yang terlambat melalui maskapai lain.” Langkah ini memungkinkan bagasi penumpang sampai ke tujuan lebih cepat ketika penerbangan Thai Airways tidak beroperasi normal.
Selain membebaskan ongkir, maskapai juga menyiapkan bonus miles untuk anggota program frequent flyer mereka. Paket kompensasi lengkap ini masih dalam proses persetujuan dari dewan direksi perusahaan.
Krisis penanganan bagasi berdampak pada manajemen puncak Thai Airways. Dewan direksi memutuskan menangguhkan CEO Chai Eamsiri, yang kemudian mengakui bahwa dia pada dasarnya telah diberhentikan dari posisinya.
Posisi CEO kini diambil alih oleh Samrit Samniang, seorang direktur dengan pengalaman kerja di perusahaan energi PTTEP. Untuk mendalami akar masalah, dewan juga mengangkat Wakil Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Pol Gen Thatchai Pitaneelaboot, melakukan penyelidikan dalam waktu target 30 hari.
Penyelidikan awal mengungkapkan beberapa kelemahan operasional saat banjir melanda. Sekitar 200 karyawan tidak dapat hadir kerja karena akses mereka terhalang banjir, sementara prosedur darurat terlambat diaktifkan dan tim cadangan tidak segera dikerahkan.
Dewan direksi memerintahkan peninjauan ulang kontrak layanan bagasi dan operasional darat, termasuk kerjasama dengan Wingspan Services. Tinjauan ini bertujuan mengidentifikasi masalah dalam perencanaan, jumlah tenaga kerja, dan akuntabilitas manajemen.
Saat ini, layanan penerbangan Thai Airways telah kembali normal dengan penumpukan bagasi teratasi dan ketepatan waktu penerbangan membaik. Namun, para eksekutif senior akan melakukan inspeksi langsung di Bandara Suvarnabhumi untuk mengatasi hambatan tersisa dan mempersiapkan protokol baru menghadapi cuaca ekstrem di masa depan.
Sumber: Detik Travel
Baca Juga

Vino G Bastian Temukan Makna Spiritual Bermain Buya Hamka, Terhubung dengan Kenangan Ibunda

Dokumenter Pendiri Sinematek Misbach Yusa Biran Ditampilkan di Festival Film Tokyo

Egy Maulana Vikri: Kepercayaan Diri dan Kerja Keras Kunci Kontribusi di FIFA ASEAN Cup

