
Warga di kawasan Otsumachi, Hachioji, Tokyo, sudah bukan orang asing dengan kemunculan beruang di sekitar rumah mereka. Namun, insiden pada Senin (28/9/2026) lalu membawa situasi itu ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya — seekor beruang hitam Asia tertangkap perangkap di kawasan permukiman tersebut dan akhirnya harus ditembak mati.
Penembakan itu menjadi yang pertama kali dilakukan secara darurat di wilayah Tokyo. Otoritas setempat memang punya aturan yang membolehkan penggunaan senjata api untuk membunuh beruang yang tertangkap dalam kondisi darurat. Setelah polisi melapor ke petugas sekitar pukul 15.30 waktu setempat, keputusan penembakan pun diambil.
Lokasi kejadian bukan kawasan hutan terpencil. Sekitar 70 keluarga tinggal di sana, dan lokasinya hanya sekitar 8 kilometer dari Stasiun Takao — pintu masuk menuju Gunung Takao, salah satu destinasi wisata alam paling populer di Tokyo.
Ketua Asosiasi Lingkungan setempat, Yamashita, mengungkapkan bahwa ini bukan kemunculan beruang yang pertama. “Sebelumnya seekor beruang pernah terekam kamera dasbor kendaraan saat menyeberang jalan. Acara-acara lokal dan hari bersih-bersih komunitas kadang dibatalkan setelah penampakan beruang karena beruang dewasa mungkin juga berada di dekatnya,” kata dia.
Para ahli menilai ada alasan kuat di balik meningkatnya keberanian beruang masuk ke permukiman. Profesor Takoshi Yamauchi dari Universitas Iwate menyebut hasil panen kacang beech — salah satu sumber makanan utama beruang — sangat buruk pada 2025, terutama di wilayah Hokkaido dan Tohoku, sehingga mendorong beruang turun ke daerah berpenduduk.
Perangkap yang ada di kawasan itu sejatinya dipasang untuk menangani babi hutan dan rusa, bukan beruang. Para ahli juga memperingatkan bahwa beruang yang pernah menemukan makanan di permukiman cenderung kembali ke lokasi yang sama di tahun berikutnya.
Bagi wisatawan yang berencana mengunjungi kawasan sekitar Gunung Takao, Yamauchi mengingatkan agar tidak berteriak, melempar benda, atau tiba-tiba berbalik dan berlari saat berpapasan dengan beruang. Jika memungkinkan, segera masuk ke dalam kendaraan atau bangunan terdekat. Ancaman dari satwa liar kini bukan lagi urusan warga pegunungan semata.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa batas antara habitat satwa liar dan kawasan hunian manusia kian tipis, dan kesiapan menghadapi situasi tak terduga seperti ini perlu menjadi perhatian semua pihak.
Sumber: Detik Travel




