
Selama satu bulan penuh di Oktober 2026, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi panggung perayaan batik lewat gelaran Gebyar Batik Sleman 2026. Acara ini diinisiasi bersama oleh Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) dan Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Sleman sebagai bentuk dukungan nyata terhadap para pengrajin dan pelaku usaha kecil menengah lokal.
Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Sleman, Mila Harda Kiswaya, menegaskan bahwa momentum Hari Batik Nasional dan Hari Batik Sedunia menjadi alasan kuat digelarnya acara ini. “Dua momen batik ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk meneguhkan kembali bahwa batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi karya wastra pengejawantahan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi, yang sarat makna, doa, dan kearifan lokal,” ujarnya.
Ada tiga agenda besar yang tersaji dalam rangkaian Gebyar Batik Sleman 2026 ini. Pertama, Bazar Batik pada 6–9 Oktober 2026 di Grha Kriya Dekranasda Sleman yang menampilkan 20 pelaku IKM batik. Kedua, program Banjir Diskon dengan potongan harga hingga 50 persen untuk berbagai produk IKM selama periode 2–31 Oktober 2026.
Agenda ketiga adalah Sleman Halal Fashion & Craft yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Atrium Jogja City Mall, berkolaborasi dengan Jogja Fashion Rendezvous 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi persiapan bagi pelaku usaha menghadapi kewajiban sertifikasi halal untuk produk sandang, penutup kepala, dan aksesori yang mulai diberlakukan pada 18 Oktober 2026.
Kepala Disperindag Sleman, Dwi Wulandari, menjelaskan bahwa kesiapan soal halal bukan hal sepele bagi pelaku usaha. “Sleman Halal Fashion & Craft menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman pelaku usaha bahwa kesiapan halal perlu dimulai dari pemahaman bahan, proses produksi, ketertelusuran, hingga proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya. Komitmen Sleman di bidang ini bahkan telah diakui lewat penghargaan Terbaik II kategori Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota pada Indonesia Halal Industry Awards 2025.
Sebagai pelengkap, panitia juga menyiapkan talkshow bertema “Kenali Bahannya, Pahami Prosesnya, Siapkan Sertifikasinya” yang akan diikuti peragaan busana batik karya pembatik lokal Sleman. Gebyar Batik Sleman 2026 tampaknya bukan sekadar pesta budaya, melainkan juga langkah strategis mendorong industri kreatif lokal agar semakin siap bersaing di era sertifikasi halal.
Sumber: Antara News




