Guru Ponpes di Bekasi Ditangkap Usai Cabuli 10 Santriwati Selama Bertahun-tahun

Guru Ponpes di Bekasi Ditangkap Usai Cabuli 10 Santriwati Selama Bertahun-tahun

Seorang guru di sebuah pondok pesantren di kawasan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, resmi ditangkap dan ditahan polisi atas dugaan pencabulan terhadap 10 santriwati. Pria berinisial MHH (28) itu bahkan disebut menjabat sebagai ketua pondok, sehingga memiliki akses dan otoritas di lingkungan tersebut.

Menurut hasil pemeriksaan awal, aksi MHH diduga dimulai sejak 2023 ketika ia mulai mendekati salah satu korban yang saat itu masih duduk di kelas VIII. Perbuatan dugaan persetubuhan kemudian terjadi berulang kali sejak 2024 hingga September 2026, dan seluruhnya berlangsung di kamar tersangka yang masih berada di dalam area ponpes.

Kasus ini baru terbongkar setelah keluarga salah satu korban memberanikan diri melapor ke polisi pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kasat Reserse PPA dan PPO Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Rosdiana Sirait, membenarkan penangkapan tersebut. “Satuan Reserse PPA dan PPO Polres Metro Bekasi Kota menangkap dan menahan seorang pria berinisial MHH,” katanya.

Penyelidikan tidak berhenti pada MHH saja. Polisi kini tengah mendalami kemungkinan keterlibatan tiga orang lain berinisial HBH, F, dan S. Salah satunya, S, diketahui merupakan petugas keamanan di pondok pesantren yang sama.

Rosdiana menegaskan pihaknya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam proses hukum ini. “Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian dan objektivitas. Setiap orang yang disebut dalam laporan belum tentu terbukti melakukan tindak pidana. Penetapan status hukum harus didasarkan pada alat bukti yang cukup dan hasil penyidikan yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Polisi masih menjadwalkan pemeriksaan lanjutan untuk memverifikasi keterangan para korban dan saksi dengan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan. Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa kekerasan seksual bisa terjadi di lingkungan mana pun, termasuk institusi pendidikan berbasis agama yang semestinya menjadi tempat aman bagi anak-anak.

Sumber: Detik.com

Baca Juga

Scroll to Top