Wisatawan Tewas Jatuh ke Kolam Air Terjun Cheonjiyeon Jeju Saat Asik Berfoto

Wisatawan Tewas Jatuh ke Kolam Air Terjun Cheonjiyeon Jeju Saat Asik Berfoto

Sebuah momen liburan berubah menjadi tragedi di salah satu destinasi wisata paling populer di Korea Selatan. Seorang pria berusia 50-an tahun ditemukan tewas setelah jatuh ke kolam Air Terjun Cheonjiyeon di Pulau Jeju, akhir September lalu.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 20.32 waktu setempat. Korban diduga sedang mencari sudut foto terbaik ketika tiba-tiba terjatuh sejauh sekitar 2 meter ke kolam di bawah air terjun. Pengunjung lain yang menyaksikan kejadian itu sempat melempar pelampung untuk membantu, namun korban tidak langsung bisa diselamatkan.

Petugas pemadam kebakaran dan tim keselamatan Jeju akhirnya terjun langsung ke air untuk mengevakuasi korban. Proses penyelamatan memakan waktu sekitar 10 menit, dan korban ditemukan dalam kondisi henti jantung. Tim penyelamat langsung melakukan CPR di lokasi sebelum membawa korban ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Polisi kini tengah menyelidiki penyebab pasti kejadian ini dengan memeriksa rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi mata. Autopsi juga tengah dipertimbangkan untuk memastikan penyebab kematian. Belum diketahui apakah korban jatuh dari jalur resmi pengunjung atau masuk ke area yang seharusnya terlarang.

Air Terjun Cheonjiyeon sendiri merupakan salah satu dari tiga air terjun utama di Pulau Jeju, dengan ketinggian sekitar 22 meter dan kedalaman kolam sekitar 20 meter. Tempat ini dikunjungi hampir satu juta orang setiap tahunnya, dan kunjungan malam hari bahkan melonjak 32,3 persen pada Juli lalu setelah fasilitas penerangan direnovasi senilai sekitar Rp 9,7 miliar.

Sejak insiden ini terjadi, pihak berwenang langsung memasang pembatas di sekitar area air terjun dan menutup kunjungan malam. Pemerintah Kota Soegwipo menyatakan akan mengevaluasi dan memperkuat fasilitas keselamatan sebelum memutuskan kapan lokasi ini bisa kembali dibuka. Ini disebut sebagai kematian pertama akibat jatuh di lokasi tersebut sejak tiket masuk mulai diberlakukan pada 1970-an — sebuah catatan pahit yang diharapkan mendorong pengelola wisata untuk lebih serius menjaga keselamatan pengunjung.

Sumber: Detik Travel

Baca Juga

Scroll to Top