
Seorang anak bernama Aqib, 7 tahun, meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit pada Rabu sore (30/9). Sebelumnya, siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Pemalang, ini sempat dirawat selama 9 hari di RSUD Dr Azhari Pemalang akibat dugaan perundungan yang dilakukan kakak kelasnya.
Ibu Aqib, Diah Indriyanti (36), menceritakan bahwa anaknya mulai berubah sikap sejak kejadian itu. Aqib yang biasanya ceria mendadak pendiam, nafsu makannya berkurang, dan kebiasaan hariannya ikut berubah. “Anak itu biasanya ceria tapi berubah, pendiam,” ujar Diah saat ditemui di rumah duka.
Diah juga mengungkapkan adanya luka memar yang ditemukan di tubuh putranya. “Memar di perut dan kaki, warna biru-biru lebam,” katanya. Kondisi itu membuat Aqib kesulitan berjalan dan terus mengeluhkan rasa sakit, terutama di bagian perut.
Setelah 9 hari dirawat, Aqib sempat dibawa pulang. Namun tiga hari kemudian kondisinya semakin memburuk hingga keluarga memutuskan membawanya kembali ke rumah sakit. Nahas, Aqib sudah tidak bernyawa saat dalam perjalanan.
Pihak kepolisian melalui Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M Wildan Umar, membenarkan telah menerima laporan terkait kasus ini. “Kami Sat Reskrim bersama Polsek Pemalang Kota menerima laporan dari masyarakat atau adanya informasi bahwa ada seorang anak meninggal dunia yang diduga akibat adanya tindakan kekerasan,” jelas Wildan. Jenazah Aqib kini telah diautopsi di RSUD M Azhari Pemalang untuk memastikan penyebab kematiannya.
Kepergian Aqib meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sekaligus menjadi pengingat keras bahwa kasus bullying di lingkungan sekolah bisa berujung tragedi yang tidak terbayangkan.
Sumber: Detik.com
Baca Juga

Siswa Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur Rayakan Sumpah Pemuda dengan Upacara Bendera

Kemenhaj Buka Daftar Jemaah Haji 1448 H/2027 M, Begini Cara Ceknya

Warga China Diamankan Imigrasi Usai Buat Keributan di Tabanan Bali

